Biarkanlah Sepi
Oleh: md share abd ghani
Nyanyi rindu itu lagi menyepi
Semenjak bintang malam dirampas cahayanya
Oleh tegar malam yang kelat bukat
Dan kunang kunang muara tidak lagi hinggap diperdu malam
Aku masih terpenjara di situ
Dalam rusuk malam tanpa harap
Nanar dalam igau yang belum lena
Disakat resah dek kehilangan mimpi mimpi
Dan tatkala tenggekan sang pungguk mengambil tempatnya
Langit malam tidak lagi simpati menghampar purnama
Cuma sesekali datang cahaya terang dengan dendang sang guntur di hujung ufuk
Kabur pergi sepantas ia datang;
Sepoi pawana, menghadiahkan semerbak aroma
Harum sundal malam yang sedang berkemuncak kembangnya
Siapalah yang tidak terpana
Dengan aroma keras dalam teras yang mendesak sukma
Malam ini aku aturkan kata kata
Dalam kesendirian yang cuma ada aku, haruman malam dan bebintang yang tidak lagi bercahaya
Juga sebuah nyanyi rindu yang sepi
Gering rasanya hati mencari cahaya bebintangan
Dan novel mimpi yang ditamatkan akan kisahnya
Bersama sang kunang kunang muara
Tinggal harap dalam gelap bukat
Mengabjad di dalam diari hati
Akan ku tunggu sinsing fajar esok
Tanpa sinar bebintang dan sang kunang kunang
Biar sepi ini berlagu melompangi gering hati
Asalkan aku masih ingin sudi menanti
Berteman sepoi pawana yang mewadahkan aroma
Dari kembangan harum sundal malam
Biarkanlah....
Lobai5981: labohan dagang
kuala langat
Tiada ulasan:
Catat Ulasan