menjengok puteri mandi
pada petang ramadhan ini
membawa kami sekeluarga
seratus batu keselatan
tanah tumpah darah ayahanda
menyelusuri desa demi desa
puteri mandi seindah nama
adunan kasihsayang keluarga
perasaan yang sederhana
tidak terdapat dimana mana
dikuala lumpur atau putrajaya
cuma didesa ibunda tercinta
puteri mandi pemanis rasa
resepi keluarga sekian lama
membuatnya tak kan sama
selain air tangan bonda
mengamit kami meninggalkan kota
demi rasa dan demi cinta
puteri mandi dipetang ramadhan
juadah kami berbuka puasa
sejenak melepas rindu
pada bonda dan kampong halaman
kembali kami kekota peradapan
bersama memori dan sedikit bekalan
puteri mandi bonda titipkan....
Tiada ulasan:
Catat Ulasan